Tampilkan postingan dengan label unas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label unas. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 Oktober 2013

Hasil Konvensi Unas 2014

JAKARTA, KOMPAS.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menggelar Konvensi Ujian Nasional (UN), di Gedung Kemdikbud, Jakarta. Konvensi yang berlangsung selama dua hari,  26-27 September 2013, serta dihadiri sedikitnya 350 peserta yang memiliki kepentingan dan peduli dengan pendidikan nasional.
Sebelum acara ditutup, Ketua Pelaksana Konvensi UN Bambang Indrayanto membacakan hasil rumusan konvensi tersebut. Ia menegaskan, bahwa UN tetap dilaksanakan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan melalui peningkatan mutu lulusan sekolah sehingga mutu peserta didik bersaing baik di dalam negeri, regional, dan internasional.
Peningkatan mutu ini dapat dicapai dengan 27 poin yang dirumuskan dalam Konvensi UN:
1. Pencapaian mutu sekolah dicapai dengan standar yang telah ditetapkan dan peningkatan standar secara berkala.
2. Diadakannya UN mempunyai dasar hukum yang tercantum dalam peraturan perudang-undangan yang berlaku.
3. Keberagaman kualitas sekolah di Indonesia memerlukan standar yang berlaku secara nasional yang pencapaiannya diukur melalui UN.
4. UN mampu memberikan informasi pencapaian kompetensi sampai dengan ke tingkat sekolah dalam perbandingannya antar waktu, antar sekolah baik di tingkat kabupaten/kota, provinsi dan nasional sehingga dengan demikian dapat lebih tepat sasaran.

Sabtu, 07 September 2013

Cek Hasil Pengumuman UN

(Ujian Nasional) adalah bentuk sistem evaluasi dunia pendidikan di Indonesia, yang telah disesuaikan dengan standar hasil pencapaian secara nasional. Dan ini suatu langkah kerja pemerintahan Indonesia di bidang pendidikan, untuk mengetahui seberapa tingkat keberhasilan para siswa dan siswi dari hasil proses pembelajaran selama ini. 

Langkah ini dilakukan oleh pemerintah guna meningkatkan standar mutu pendidikan dengan bentuk ujian nasional, yang dilaksanakan dalam salah satu sistem yang sangat terpadu. Untuk informasi hasil un tahun 2013 ini pemerintah berupaya semaksimal mungkin, dan berharap para siswa dan siswinya bisa lulus guna melanjutkannya ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi.

Mata Pelajaran Yang Diujankan dalam UN

Untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) ada 3 mata pelajaran yang diujikan yaitu:
  1. Bahasa Indonesia
  2. Matematika
  3. Ilmu Pengetahuan Alam
Untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) ada 4 mata pelajaran yang diujikan yaitu:
  1. Bahasa Indonesia
  2. Bahasa Inggris
  3. Matematika
  4. Ilmu Pengetahuan Alam

Kamis, 14 Maret 2013

Jadwal Un SMA 2013

Jadwal UN SMA 2013 Lengkap. Ujian nasional 2013 merupakan salah satu hal paling mendebarkan bagi siswa. Meskipun masih beberapa bulan lagi, siswa tetap harus mempersiapkan diri demi menghadapi Ujian Nasional 2013 itu.


Perlu diingat bahwa pemerintah dalam hal ini kementrian pendidikan akan mengeluarkan Kisi-Kisi UN 2013 pada bulan Oktober. Janjinya seperti itu, semoga tidak mundur lagi di bulan November. Adanya kisi-kisi dan SKL UN 2013 akan memberikan kemudahan bagi siswa untuk belajar lebih terfokus. Kisi-Kisi yang merupakan penjabaran dari standar kompetensi yang harus dicapai oleh peserta didik akan memberikan gambaran umum kepada siswa tentang materi ujian nasional.

Jadwal UN SMA 2013

Oke, jadwal ujian nasional 2013 berikut ini telah beredar di beberapa blog. Saya sendiri tidak mengetahui asal muasalnya dari mana. Jika memang petunjuk operasional dari kemendiknas telah keluar dengan jadwal UN di dalamnya, saya akan upload lagi di sini.

Berikut ini jadwal UN 2013 untuk sekolah di seluruh Indonesia.

Jadwal Ujian Nasional 2013  SMA

Tingkat Latihan I Latihan II Ujian Utama Ujian Susulan


SMA/ MA 25-27 Feb 2013 20-23 Maret 2013 30 Apr-4 Mei '13 06-10 Mei 2013


Semoga adik-adik sekalian memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi Ujian Nasional 2013 itu. Jangan lupa untuk mendownload Prediksi Soal UN SMA 2013, Prediksi Soal UN SMA 2013 , pastikan adik-adik siap dan lulus menghadapi soal unas 2013

Rabu, 21 November 2012

variasi soal unas

Jakarta, Kompas - Pemerintah berencana menambah variasi soal ujian nasional menjadi 10-20 variasi soal. Dua tahun terakhir, ujian nasional menggunakan lima variasi soal yang dimaksudkan untuk menekan potensi kecurangan.
Konsekuensinya, anggaran untuk pencetakan soal bertambah. ”Kami akan coba minta ke DPR untuk itu. Sekarang baru bisa lima karena keterbatasan anggaran,” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh di Jakarta, Jumat (20/4).
Berdasarkan laporan yang diterima pemerintah, sejumlah kecurangan ujian nasional masih ditemui. Hal itu di antaranya kebocoran soal dan kunci jawaban yang beredar di kalangan siswa.
Selain itu, masih terjadi juga soal tertukar dan kualitas cetak yang rendah sehingga sulit dibaca dan dipindai. Berdasarkan evaluasi UN SMA/SMK/MA tahun ini, Nuh menjelaskan, pemerintah akan melakukan verifikasi akhir jenis mata pelajaran dan jumlah bahan UN sebelum didistribusikan.
Verifikasi diperlukan agar distribusi soal, yang di beberapa tempat butuh pengamanan dan waktu ekstra, tak menjadi sia-sia. Akibat lemahnya pengecekan, 1.705 siswa SMK di Tana Toraja, Sulawesi Selatan, harus mengikuti ujian susulan mendengar Bahasa Inggris karena kaset ujian tertukar.
UN SMP
Seusai UN SMA, giliran siswa- siswa SMP di seluruh Indonesia akan mengikuti UN serentak pada 23-26 April 2012. Total pesertanya 3.740.043 siswa SMP/ SMPLB/MTs/SMPT dari 49.387 sekolah.
Seperti ujian nasional jenjang SMA, ada lima variasi soal dengan tingkat kesulitan sama. Adapun mata pelajaran yang diujikan adalah Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan IPA.
”UN SMP akan lebih kompleks karena rentang wilayah yang lebih luas dibandingkan SMA. SMP sudah masuk desa atau kelurahan,” ujarnya.
Di Kalimantan Selatan, distribusi soal ujian nasional tingkat SMP di Pulau Sembilan dilakukan sehari lebih awal, Sabtu hari ini, dibandingkan jadwal reguler. Di kepulauan tersebut hanya terdapat satu SMP dengan jumlah siswa peserta UN sebanyak 55 orang.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kalsel, Herman Taufan, menuturkan, lokasi Pulau Sembilan berada jauh di tengah laut. Dari pelabuhan Kotabaru diperlukan waktu tempuh kapal selama tujuh jam perjalanan.
Pengawasan
Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Kemdikbud Suyanto menambahkan, proses persiapan dan pelaksanaan akan sama dengan SMA. Hanya saja, pengawasannya tak seketat UN SMA.
”Siswa tidak perlu takut. Rasa cemas itu wajar. Yang tidak wajar kalau kita tidak cemas ketika menghadapi ujian,” ujarnya.
Sementara itu, Nuh menekankan pentingnya memastikan agar tidak ada gangguan teknis, seperti ketiadaan soal atau soal tertukar. Itu terjadi pada UN tingkat SMA.
Selain itu, orangtua, guru, dan sekolah diimbau agar memberikan dukungan moral dan menghindarkan siswa dari hal- hal yang bersifat spekulatif. ”Bisa jadi ada yang coba-coba melakukan kecurangan karena nilai UN dipakai masuk SMA. Yang jujur sajalah,” katanya.
(LUK/WIE/EGI/WER)

source : http://edukasi.kompas.com/read/2012/04/21/09372118/Lima.Variasi.Soal.UN.SMA.Dinilai.Tak.Cukup

Selasa, 28 September 2010

Sistem Pelaksanaan UN Diubah Tahun 2011

Perubahan mendasar pada pelaksanaan ujian nasional baru bisa dilaksanakan tahun 2011. Pasalnya, jika dilakukan dalam ujian nasional tahun ini yang sebentar lagi digelar pemerintah akan menimbulkan kebingungan bagi siswa dan sekolah.
Kesimpulan akhir untuk pelaksanaan UN tahun ini memang belum bulat. Tetapi keinginan untuk memperbaiki UN guna mengakomodasi keinginan masyarakat mesti dilaksanakan. Untuk itu, kajian komprehensif untuk posisi UN sebagai pemetaan dan juga mencari formula baru penggunaan hasil UN yang tidak merugikan anak didik akan dilakukan. “UN tahun 2010 ini sebagai masa transisi untuk perbaikan mendasar UN di tahun berikutnya,” kata Rully Chairul Azwal, Ketua Panitia Kerja Ujian Nasional (UN) Komisi X DPR RI di Jakarta, Jumat (22/1/2010).
Rully menjelaskan DPR tidak lagi mempersoalkan apakah UN kali ini sah pasca Putusan Mahkamah Agung (MA) yang menolak kasasi pemerintah soal gugatan UN. Dari konsultasi dengan MA, Ketua MA Harifin A Tumpa menegaskan tidak ada penghentian, pelarangan, atau penundaan UN.
Adapun hasil UN sebagai penentu kelulusan, kata Rully, memang masih diperdebatkan. Masih ada fraksi di Komisi X yang meminta supaya hasil UN tidak sebagai syarat kelulusan dan saling memveto.
“Kami menyadari jika standar pendidikan kita belum merata. Jangan sampai UN itu membawa korban pada siswa dan sekolah-sekolah yang belum mencapai standar pelayanan minimum. Tetapi perubahan itu kita siapkan untuk UN berikutnya supaya hasil UN jangan lagi merugikan siswa,” tegas Rully.