Tampilkan postingan dengan label un sma 2015. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label un sma 2015. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 September 2014

Tips Menghadapi UN SMA 2015


Tips Menghadapi UN SMA 2015 . Antara naskah soal dan lembar jawaban ujian nasional (LJUN) merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Jika siswa mengerjakan naskah soal UN dengan LJUN / Lembar Jawab Ujian Nasional,  yang bukan pasangannya, maka akan menjadi masalah besar bagi siswa tersebut, dan kemungkinan nilainya akan rendah. Oleh karena itu, para peserta UN harus benar-benar memperhatikan naskah soal dan LJUN adalah pasangannya dan jangan sampai tertukar.

Hal-hal yang harus diperhatikan dan dilakukan oleh Pengawas Ujian Nasional:

  1. Mewajibkan peserta untuk menuliskan nama dan nomor ujian pada kolom yang tersedia di halaman 1 (satu) naskah soal dan LJUN sebelum dipisahkan.
  2. Mewajibkan peserta ujian untuk memisahkan LJUN dengan naskah.
  3. Mewajibkan peserta ujian untuk melengkapi isian pada LJUN secara benar.
  4. Memastikan peserta UN telah mengisi identitas dengan benar sesuai dengan kartu peserta.

UN SMA Memuat Soal Standar Internasional

[JAKARTA] Ujian Nasional (UN) SMA/SMK/MA. dan sederajat yang digelar Senin (14/4) pagi, diikuti oleh 2.829.700 siswa di Indonesia, terdiri dari 1.644.713 siswa SMA/MA/paket C dan 1.184.987 siswa SMK.   

Dalam UN SMA/sederajat tahun ini ada perbedaan pola soal, yaitu 10 persen soal UN mengadopsi soal dengan standar internasional Programme for International Student Assessment (PISA)/Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS).   

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan, tingkat kesulitan soal dalam UN 2014 terdiri dari 20 persen soal susah, 70 persen soal sedang, dan 10 persen soal mudah.   

"Tahun ini bedanya kita mengadopsi soal-soal yang dipakai dalam PISA dan TIMSS sekaligus untuk mengukur kemampuan, kompetensi kita dibandingkan soal-soal dari luar negeri. Tapi standar PISA itu tetap masuk kisi-kisi," kata Nuh saat inspeksi mendadak (sidak) pelaksanaan UN SMA/sederajat di SMAN 112 dan SMALB B (tunarungu) di Jakarta, Senin pagi.   

PISA adalah survei internasional untuk menguji kemampuan siswa berusia 15 tahun di bidang membaca (literasi), Matematika, dan Sains. 

Survei dilakukan di 65 negara berkembang dan maju yang tergabung dalam Organization for Economic Cooperation and Development (OECD).   

Nuh mengatakan soal UN tahun ini juga dibuat bersama dengan perguruan tinggi (PT), sehingga akan dipakai sebagai salah satu acuan dalam Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).