Rabu, 21 November 2012

variasi soal unas

Jakarta, Kompas - Pemerintah berencana menambah variasi soal ujian nasional menjadi 10-20 variasi soal. Dua tahun terakhir, ujian nasional menggunakan lima variasi soal yang dimaksudkan untuk menekan potensi kecurangan.
Konsekuensinya, anggaran untuk pencetakan soal bertambah. ”Kami akan coba minta ke DPR untuk itu. Sekarang baru bisa lima karena keterbatasan anggaran,” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh di Jakarta, Jumat (20/4).
Berdasarkan laporan yang diterima pemerintah, sejumlah kecurangan ujian nasional masih ditemui. Hal itu di antaranya kebocoran soal dan kunci jawaban yang beredar di kalangan siswa.
Selain itu, masih terjadi juga soal tertukar dan kualitas cetak yang rendah sehingga sulit dibaca dan dipindai. Berdasarkan evaluasi UN SMA/SMK/MA tahun ini, Nuh menjelaskan, pemerintah akan melakukan verifikasi akhir jenis mata pelajaran dan jumlah bahan UN sebelum didistribusikan.
Verifikasi diperlukan agar distribusi soal, yang di beberapa tempat butuh pengamanan dan waktu ekstra, tak menjadi sia-sia. Akibat lemahnya pengecekan, 1.705 siswa SMK di Tana Toraja, Sulawesi Selatan, harus mengikuti ujian susulan mendengar Bahasa Inggris karena kaset ujian tertukar.
UN SMP
Seusai UN SMA, giliran siswa- siswa SMP di seluruh Indonesia akan mengikuti UN serentak pada 23-26 April 2012. Total pesertanya 3.740.043 siswa SMP/ SMPLB/MTs/SMPT dari 49.387 sekolah.
Seperti ujian nasional jenjang SMA, ada lima variasi soal dengan tingkat kesulitan sama. Adapun mata pelajaran yang diujikan adalah Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan IPA.
”UN SMP akan lebih kompleks karena rentang wilayah yang lebih luas dibandingkan SMA. SMP sudah masuk desa atau kelurahan,” ujarnya.
Di Kalimantan Selatan, distribusi soal ujian nasional tingkat SMP di Pulau Sembilan dilakukan sehari lebih awal, Sabtu hari ini, dibandingkan jadwal reguler. Di kepulauan tersebut hanya terdapat satu SMP dengan jumlah siswa peserta UN sebanyak 55 orang.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kalsel, Herman Taufan, menuturkan, lokasi Pulau Sembilan berada jauh di tengah laut. Dari pelabuhan Kotabaru diperlukan waktu tempuh kapal selama tujuh jam perjalanan.
Pengawasan
Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Kemdikbud Suyanto menambahkan, proses persiapan dan pelaksanaan akan sama dengan SMA. Hanya saja, pengawasannya tak seketat UN SMA.
”Siswa tidak perlu takut. Rasa cemas itu wajar. Yang tidak wajar kalau kita tidak cemas ketika menghadapi ujian,” ujarnya.
Sementara itu, Nuh menekankan pentingnya memastikan agar tidak ada gangguan teknis, seperti ketiadaan soal atau soal tertukar. Itu terjadi pada UN tingkat SMA.
Selain itu, orangtua, guru, dan sekolah diimbau agar memberikan dukungan moral dan menghindarkan siswa dari hal- hal yang bersifat spekulatif. ”Bisa jadi ada yang coba-coba melakukan kecurangan karena nilai UN dipakai masuk SMA. Yang jujur sajalah,” katanya.
(LUK/WIE/EGI/WER)

source : http://edukasi.kompas.com/read/2012/04/21/09372118/Lima.Variasi.Soal.UN.SMA.Dinilai.Tak.Cukup